News . 10/06/2026, 14:04 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Sebuah temuan penting muncul dari proses pemugaran Candi Losari di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tim pemugar menemukan lempengan logam kuning serta dua arca Dewa Surya di bagian dasar bangunan candi yang tertimbun sedalam empat meter dari permukaan lantai utama.
Temuan itu muncul saat pekerja membongkar susunan batu candi pada lapisan kesembilan. Di lokasi tersebut, petugas lebih dulu menemukan dua balok batu yang setelah dibersihkan diketahui sebagai arca perwujudan Dewa Surya.
Penggalian kemudian dilanjutkan hingga mencapai tanah asli di bagian paling bawah struktur bangunan. Tim harus menembus tiga lapisan lantai sebelum akhirnya menemukan sebuah kotak batu peripih atau wadah penyimpanan benda suci dalam tradisi pembangunan candi Jawa Kuno.
Di dalam kotak batu itu ditemukan lempengan logam berwarna kuning mengilap berbentuk persegi bersama sejumlah benda ritual lain.
Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat, mengatakan logam yang ditemukan memiliki ukuran kecil, sekitar satu sentimeter. Untuk alasan keamanan, seluruh benda hasil temuan langsung dipindahkan ke tempat penyimpanan resmi.
“Kondisi pengamanan di lokasi masih terbatas, jadi temuan langsung kami amankan ke Kantor BPK Bugisan,” ujar Restu Hidayat.
Penemuan tersebut kemudian diteliti lebih lanjut oleh tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang turut melakukan verifikasi terhadap benda yang ditemukan dari dasar candi.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang, Didik Muhamad Akbar, menyebut penemuan logam di dalam kotak peripih merupakan hal yang lazim pada struktur candi kuno, terutama pada bangunan yang masih tertimbun cukup dalam.
Menurut Didik, posisi Candi Losari yang terpendam sekitar empat meter membuat struktur peripih berpeluang tetap utuh bersama isi di dalamnya.
“Hasil temuan ini cukup logis karena struktur bangunan candi memang masih berada cukup dalam di bawah permukaan tanah,” kata Didik.
BPK Jawa Tengah kemudian membawa sampel logam ke laboratorium untuk diuji. Hasil pemeriksaan menunjukkan benda itu memiliki panjang 18,25 sentimeter, lebar 11,02 sentimeter, ketebalan sekitar 0,11 sentimeter, dan berat 0,1117 gram.
Penanggung Jawab Rekonstruksi Candi Losari, Junawan, menjelaskan hasil laboratorium mengidentifikasi logam tersebut sebagai elektrum, yakni campuran alami emas, perak, tembaga, dan unsur logam lain.
Berdasarkan hasil pengujian, kadar material pada lempengan itu setara emas 16,5 karat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media