News . 16/06/2026, 15:59 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
Dalam momentum debat jalanan tersebut, Aliansi Mahasiswa UGM mencecar pemerintah seputar ketimpangan lahan dan penggusuran ruang hidup masyarakat adat. Menanggapi tuntutan tersebut, Sudaryono menawarkan solusi konkret berupa pengecekan fakta bersama di lapangan.
Bahkan, ia sesumbar siap merogoh kantong sendiri demi membuktikan validitas sengketa agraria yang mahasiswa suarakan.
"Saya bahkan siap menggunakan dana pribadi untuk mendatangi lokasi dan melihat langsung persoalannya," janji Sudaryono.
Ia memastikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak antikritik dan selalu membuka ruang perbaikan jika ada kekeliruan eksekusi kebijakan di lapangan.
Mengakhiri keterangannya, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa UGM yang kehilangan hak berdiskusi secara sehat akibat gangguan kelompok provokator. Wamentan menegaskan dirinya tidak kapok dan siap kembali datang ke Yogyakarta maupun Jakarta jika mendapat undangan diskusi lanjutan. Menurutnya, kesiapan berdialog dengan seluruh elemen bangsa merupakan wujud nyata rasa cinta terhadap keutuhan negara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media