News . 18/06/2026, 09:58 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Viral di jagat maya sebuah rekaman video penangkapan seorang pria di dalam lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Sejumlah mahasiswa mengamankan pemuda karena dicurigai sebagai penyusup dari kepolisian pascaaksi demonstrasi. Peristiwa penangkapan berlangsung petang setelah masa aksi menggelar demo dan kembali ke area kampus pada Rabu 17 Juni 2026.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @kabarmahasiswa.id, penangkapan bermula saat gerakan kolektif mahasiswa selesai menggelar unjuk rasa di Titik Nol Kilometer Yogyakarta dari siang hingga sore hari. Massa mendapati kehadiran orang asing di lingkungan akademik mereka.
Melalui rekaman visual, pemuda yang diamankan memiliki perawakan sangat muda selayaknya mahasiswa. Dia tampil kasual memakai kaus hitam, celana hitam, serta membawa tas kecil di dada.
Potongan rambutnya mengikuti gaya tren anak muda terkini dengan model two-block atau undercut, di mana bagian samping kanan dan kiri tercukur tipis sementara rambut atas dibiarkan tebal.
Saat dikerumuni massa aksi, pria tersebut hanya terdiam pasrah ketika beberapa mahasiswa menyentuh dan memainkan rambutnya.
"Laki-laki yang diduga intel masuk ke area kampus UMY (17/6). Massa mahasiswa berhasil menangkap dan mengamankannya," tulis pengelola akun tersebut pada takarir unggahannya yang dipantau Redaksi, Kamis 18 Juni 2026.
Merespons kegaduhan di media sosial, Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan angkat bicara. Pihaknya membenarkan personel dalam video viral merupakan polisi aktif.
Ihsan menjelaskan petugas tersebut mengantongi surat perintah resmi untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat.
"Terkait video yang beredar di media sosial, kami sampaikan bahwa pria yang ada dalam video tersebut adalah benar anggota Polda DIY dan merupakan petugas yang resmi terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan pada hari ini (kemarin, red) di titik nol," kata Ihsan.
Polda DIY menugaskan personel intelijen berpakaian preman untuk memantau situasi keamanan dari jarak dekat. Keberadaan petugas di lapangan bertujuan mengawal massa agar dapat kembali ke pangkalan kampus masing-masing tanpa gangguan keamanan di jalan raya.
Kombes Ihsan menerangkan, penempatan personel di lapangan, baik yang mengenakan seragam dinas maupun pakaian tertutup, menjadi bagian dari prosedur pelayanan kepolisian. Penugasan ditujukan demi menjamin seluruh peserta aksi pulang dalam kondisi selamat.
Ketegangan di area kampus tidak berlangsung lama. Pihak berwajib langsung menempuh jalur mediasi untuk mencairkan suasana panas dengan melibatkan jajaran pimpinan universitas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media