News . 24/06/2026, 15:48 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Aksi solidaritas belasan pengemudi ojek online sempat memicu ketegangan di kawasan Sidokabul, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja.
Insiden penggerudukan rumah pelanggan tersebut viral setelah rekaman video situasi di lapangan dan bukti percakapan tersebar luas melalui akun Instagram @merapi_uncover pada Rabu, 24 Juni 2026.
Aparat kepolisian langsung bergerak mendatangi lokasi untuk meredam situasi agar tidak meluas. Berdasarkan penelusuran, perselisihan tersebut bermula dari kesalahpahaman terkait jumlah menu makanan yang dikirim oleh pengemudi kepada pihak pemesan.
Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, mengatakan, insiden ketegangan di pemukiman warga itu berlangsung pada Selasa malam, 23 Juni 2026, sekitar pukul 18.45 WIB.
Menurut Adrian, peristiwa dipicu oleh adanya miskomunikasi antara pihak pelanggan, manajemen restoran, dan pengemudi ojek online.
Berdasarkan pemeriksaan, konsumen sebenarnya memesan tiga porsi makanan, namun pihak pengemudi hanya mengantarkan dua porsi ke alamat tujuan.
"Karena ada kekurangan akhirnya si customer japri langsung sama dari pihak ojol," ujar Adrian, Rabu, 24 Juni 2026.
Dari situlah, pengemudi ojol mendatangi kediaman konsumen untuk melakukan klarifikasi langsung hingga berujung pada penyebaran video di jagat maya.
Situasi di area Sidokabul sempat memanas karena pengemudi yang bersangkutan tidak datang seorang diri. Ada pergerakan massa yang mendatangi area tempat tinggal konsumen tersebut sebelum aparat tiba.
Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, mengungkapkan pengemudi ojek online itu sempat mengirimkan pesan kabar kepada rekan-rekan seprofesinya sebelum meluncur ke lokasi.
Informasi itu memicu reaksi spontan dari kelompok pengemudi lain yang berada di sekitar wilayah Umbulharjo.Jumlah pengemudi yang mendatangi lokasi diperkirakan mencapai 15 orang.
Untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri, Polresta Jogja langsung membawa seluruh pihak terkait ke markas kepolisian. Polisi mempertemukan perwakilan pengemudi, konsumen, dan manajemen mitra restoran untuk menjalani proses mediasi.
Setelah berdiskus pihak rumah makan mengakui adanya kelalaian internal pada bagian dapur mereka.
Manajemen restoran menyampaikan permohonan maaf dan membenarkan bahwa paket yang diserahkan kepada pengemudi memang kurang satu porsi dari total pesanan konsumen.
Kompol Riski Adrian menyatakan rasa syukurnya karena seluruh pihak bersedia mengakui kesalahan masing-masing pada malam itu. Mereka sepakat menyelesaikan perselisihan secara kekeluargaan tanpa melanjutkan perkara ke ranah hukum.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media