Lewat TERATAI hingga KOPIAH, Begini Strategi Unik Pemkab Sleman Edukasi Warga Pilah Sampah
Fasilitas kotak pemilahan sampah edukatif yang didistribusikan ke tingkat wilayah oleh Dinas Lingkungan Hidup Sleman untuk memicu kesadaran warga desa.Foto:HumasSleman
Dukungan penuh diberikan oleh Wakil Bupati terhadap integrasi program fisik dan digital ini. Menurut pandangannya, dinamika kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari kondisi alam sekitar karena kedua elemen tersebut memiliki keterikatan kuat untuk saling menghidupi.
Agenda lingkungan di Kampung Iklim Sangurejo ini juga diisi dengan aksi pelepasan benih ikan nila dan nilem, pelepasan burung kutilang, serta penanaman bibit pohon mangga dan alpukat.
Keberhasilan implementasi program TERATAI, RUMPIAH, hingga KOPIAH di tingkat bawah sangat bergantung pada komitmen aktif dari masyarakat itu sendiri.
Wabup menegaskan penuntasan isu kebersihan tidak dapat dibebankan kepada sepihak instansi dinas semata.
Baca Juga
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Junaidi, menambahkan komitmen jajarannya untuk terus menggulirkan kebijakan yang berorientasi pada kelestarian ruang hidup.
Pihaknya mengajak seluruh lapisan komunitas warga memberikan dukungan nyata melalui aksi mandiri di lingkungan masing-masing.
"Pengelolaan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab bersama," ujar Junaidi.
Pihaknya turut menyampaikan apresiasi tinggi bagi kelompok masyarakat yang selama ini konsisten menunjukkan kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Sleman.