BPS Terjunkan 1.048 Petugas, Bupati Harda Kiswaya Minta Warga Sleman Berikan Data Jujur
Petugas sensus ekonomi 2026 di wilayah Sleman.Foto:dok.kominfo
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman resmi memulai pencanangan agenda nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026 tingkat kabupaten di Lapangan Pemda Sleman, DIY, Jumat, 26 Juni 2026.
Kegiatan sepuluh tahunan ini menjadi instrumen vital bagi pemerintah daerah dalam memetakan arah pembangunan ke depan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan akurasi data hasil pendataan ini memegang peranan sangat penting.
Menurutnya, validitas data di lapangan akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam memformulasikan program pembangunan yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga
"Data hasil sensus ini akan menjadi kompas utama pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang inklusif," ujar Harda Kiswaya saat memberikan sambutan dalam acara pencanangan tersebut.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat instansi terkait, antara lain Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman Widhi Pranowo, Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih, serta Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.
Demi menyukseskan agenda besar ini, Harda mengimbau kepada seluruh warga dan para pelaku industri di wilayahnya agar bersikap kooperatif saat bersinggungan langsung dengan tim pendata.
Ia meminta masyarakat menyambut petugas sensus secara terbuka serta memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo, memaparkan kesiapan instansinya dalam mengawal jalannya proses verifikasi data makro ini.
Pihaknya mengonfirmasi telah menyiapkan ribuan personel yang tersebar ke berbagai wilayah penugasan di Sleman.
Baca Juga
- Bantah Konten Viral Medsos, Kepala TNGM: Pendakian Merapi Tetap Tutup, Status Masih Siaga
- Gunung Merapi Kembali Bergolak, Kamera Pemantau Rekam Awan Panas Guguran Sejauh 9 KM
"Seluruh petugas tersebut akan bergerak melakukan pendataan door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026," jelas Widhi Pranowo.
Secara rinci, BPS Kabupaten Sleman menggerakkan total 1.048 personel lapangan untuk menyisir target sensus. Komposisi tim tersebut terbagi atas 922 orang Petugas Pendataan Lapangan (PPL) serta 126 orang Petugas Pengawas Lapangan (PML).
Widhi menambahkan, pergerakan masif ribuan personel ini bertujuan untuk memotret secara menyeluruh lanskap dan potensi dunia usaha di Sleman.
Pendataan tidak membatasi skala bisnis tertentu, melainkan mencakup sektor usaha mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan berskala besar.
Melalui skema ini, pemangku kebijakan berharap koordinasi lintas sektor terjalin baik agar basis data ekonomi masa depan dapat membidik sasaran secara tepat.