BPS Terjunkan 1.048 Petugas, Bupati Harda Kiswaya Minta Warga Sleman Berikan Data Jujur
Petugas sensus ekonomi 2026 di wilayah Sleman.Foto:dok.kominfo
Urgensi pelaksanaan sensus ini juga mendapat penegasan dari Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih. Ia menerangkan bahwa kumpulan data agregat dari lapangan bakal bertindak sebagai benchmark atau tolok ukur utama dalam kalkulasi pertumbuhan ekonomi regional.
Lebih dari itu, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk menakar sejauh mana perkembangan sektor ekonomi digital dan industri kreatif dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Sektor-sektor strategis seperti program pelatihan kerja, penyediaan kursus, hingga skema penyaluran pembiayaan perbankan nantinya akan sangat bergantung pada validitas potret ekonomi hasil sensus tersebut.
Pertimbangan ini dinilai sangat beralasan mengingat performa wilayah Sleman yang cukup menonjol di tingkat provinsi. Endang memaparkan bahwa Kabupaten Sleman memiliki potensi ekonomi yang luar biasa dengan laju pertumbuhan yang terhitung tinggi.
Baca Juga
Indikator tersebut diperkuat oleh catatan statistik yang menunjukkan bahwa jumlah unit usaha di Kabupaten Sleman saat ini menempati posisi tertinggi di antara seluruh wilayah administratif di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.