Edukasi . 26/06/2026, 13:29 WIB

Pelaku Kekerasan Seksual Marak Pakai Modus Grooming, Pakar UMY Dorong Literasi Berbasis Islam

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Pelaku kekerasan seksual saat ini menggunakan modus grooming atau manipulasi psikologis untuk menjerat korban. Menanggapi fenomena tersebut, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Akif Khilmiyah, menawarkan solusi preventif melalui penguatan literasi seksualitas sejak dini bersandar pada nilai-nilai Islam.

Edukasi yang tepat menjadi benteng utama mengingat para pelaku kejahatan seksual biasanya mengawali aksi dengan membangun kedekatan emosional palsu. Prof.

Akif mengingatkan bahwa anak-anak serta kelompok remaja harus memiliki kemampuan mendeteksi niat buruk di balik perhatian yang mereka terima.

"Anak-anak dan remaja perlu memahami bahwa tidak semua perhatian memiliki niat tulus," ujar Prof. Akif di Yogyakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu mengenali tanda-tanda manipulasi psikologis sehingga terhindar dari risiko menjadi korban.

Oleh karena itu, skema edukasi ini harus berjalan secara berjenjang, mulai dari lingkaran terkecil di dalam keluarga hingga lingkungan akademis di perguruan tinggi.

Hingga saat ini, sebagian besar masyarakat masih memandang pendidikan seks sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan terbuka. Prof. Akif menilai ketertutupan informasi tersebut justru menjadi bumerang yang meningkatkan kerentanan seorang individu terhadap ancaman pelecehan maupun eksploitasi.

Menurut Prof. Akif, pendidikan seks sama sekali bukan untuk mengajarkan atau mengarahkan seseorang pada perilaku seksual.

Sebaliknya, program edukasi ini bertujuan membekali individu dengan kesadaran penuh untuk menjaga otoritas tubuh diri sendiri, menghormati hak orang lain, sekaligus memahami batasan interaksi sosial.

Melalui pemahaman literasi seksualitas yang utuh, peserta didik bakal memiliki nalar kritis untuk membedakan mana interaksi sosial yang sehat dan mana perbuatan yang mulai mengarah pada tindakan pelecehan.

Baca Juga

Dalam cakupan yang lebih luas, lanjut Prof Akif, konsep literasi seksualitas dalam perspektif Islam tidak membatasi diri pada pembahasan biologis seputar organ reproduksi semata.

Pola pendidikan ini mengintegrasikan penanaman moralitas, rasa tanggung jawab, pemeliharaan rasa malu (haya'), serta penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan.

Sisi psikologi Islam memandang bahwa literasi ini bekerja membentuk kendali internal yang kuat dalam diri manusia. Pengendalian tersebut lahir dari adanya keseimbangan yang kokoh antara fungsi akal, dorongan nafsu, dan kejernihan hati nurani.

Pakar dari UMY ini menegaskan bahwa penanaman nilai spiritual menjadi kunci utama agar seseorang mampu mengontrol impuls negatif yang berpotensi memicu perilaku menyimpang.

Implementasi di lapangan harus selaras dengan pembentukan karakter Islami yang memegang teguh prinsip amanah, ihsan, serta kesadaran spiritual bahwa Tuhan mengawasi setiap perbuatan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com