News . 28/06/2026, 16:02 WIB

Distribusi Tembus 39 Ribu Kantong, PMI Sleman Kewalahan Penuhi Target Produksi Darah

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan ketersediaan logistik medis. Grafik permintaan masyarakat terhadap kebutuhan kantong darah saat ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan produksi riil di lapangan.

Fakta ketidakseimbangan data stok tersebut mencuat ke publik di sela-sela agenda pemberian penghargaan bagi para Pendonor Darah Sukarela (PDS).

Acara apresiasi kemanusiaan ini berlangsung bertepatan dengan momen peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) Tahun 2026 di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Minggu (28/6/2026).

Berdasarkan laporan komparasi data, otoritas palang merah mendistribusikan sebanyak 39.210 kantong darah sepanjang tahun 2025. Namun pada periode tahun yang sama, angka produksi lokal yang berhasil dikumpulkan dari para sukarelawan hanya menyentuh 26.426 kantong.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, mengungkapkan terdapat selisih kekurangan yang cukup signifikan di wilayahnya. Kondisi ini menuntut adanya penambahan basis pendonor aktif secara masif untuk menjamin ketahanan stok harian.

Mafilindati menyebutkan bahwa hingga Juni 2026, lembaganya mengonfirmasi ada sebanyak 98.163 jiwa pendonor yang telah teregistrasi secara resmi di database PMI Kabupaten Sleman.

Kendati angka kepesertaan terdaftar terlihat banyak, fluktuasi kebutuhan harian di fasilitas kesehatan tetap memerlukan injeksi kepesertaan baru yang rutin mendonorkan darahnya.

"Satu kali donor darah dapat memberikan harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan," kata Mafilindati Nuraini di Sleman.

Ia mendorong penguatan gerakan ini secara kolektif dari level terkecil seperti internal keluarga maupun lingkungan pertemanan terdekat.

Merespons ketimpangan angka pasokan darah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama manajemen PMI memberikan penghargaan fisik untuk memotivasi para pejuang kemanusiaan. Apresiasi ditujukan langsung kepada figur yang konsisten mendonorkan darah secara sukarela tanpa putus.

Baca Juga

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis. Struktur penerima penghargaan terbagi atas dua kategori instansi.

Pihak PMI DIY menyalurkan penghargaan bagi 112 orang pendonor yang mencatatkan rekor berkontribusi sebanyak 50 kali.

Sementara itu, jajaran pengurus PMI Kabupaten Sleman memberikan penghargaan serupa kepada 34 pendonor dengan riwayat kontribusi 25 kali, sebagai representasi dari total 606 orang yang lolos verifikasi kriteria. Sisa 572 sukarelawan lainnya mendapatkan e-piagam dari panitia.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pengorbanan tulus para pendonor darah sukarela. Harda menilai tindakan para pendonor merupakan perwujudan konkret dari implementasi filosofi lokal kemanusiaan.

"Panjenengan semua adalah contoh nyata insan yang mengamalkan nilai memayu hayuning bawana," tutur Harda Kiswaya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com