News . 30/06/2026, 12:59 WIB

Bantah Konten Viral Medsos, Kepala TNGM: Pendakian Merapi Tetap Tutup, Status Masih Siaga

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id — Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) merespons maraknya konten media sosial yang mengajak masyarakat mendaki. Ditegaskan, bahwa jalur pendakian Gunung Merapi tetap ditutup total untuk umum sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Ketentuan itu tertuang dalam Siaran Pers Resmi Nomor: S.01./T.36/TU/HMS.01.08/06/2026 yang terbit pada Senin, 29 Juni 2026. Penutupan jalur ini berkaitan langsung dengan kondisi vulkanik gunung yang belum stabil.

Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo, mengatakan kebijakan penutupan ini murni demi mematuhi rekomendasi teknis dari lembaga berwenang. Pihaknya memprioritaskan keselamatan warga dan wisatawan di atas segalanya.

"Penutupan ini semata-mata dilakukan demi mematuhi rekomendasi dari pihak berwenang serta menjaga keselamatan masyarakat," ujar Heri dalam keterangan tertulisnya, 30 Juni 2026.

BTNGM sudah menetapkan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga) sejak 5 November 2020 dan belum menurunkannya hingga saat ini.

Ancaman Erupsi Efusif dan Suplai Magma

Kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di dalam perut gunung masih berada pada intensitas tinggi. Data evaluasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode 19–25 Juni 2026 menunjukkan aktivitas Merapi didominasi oleh erupsi efusif.

Proses pertumbuhan kubah lava masih berjalan karena pasokan magma dari kedalaman terus mengalir. Kondisi ini sewaktu-waktu bisa memicu runtuhnya material sruktur puncak.

"Suplai magma yang terus berlangsung dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," sebut laporan evaluasi berkala tersebut.

Batasan Radius Bahaya dan Wilayah KRB III

Baca Juga

Terkait potensi ancaman tersebut, pihak berwenang melarang keras segala bentuk aktivitas pendakian umum. Pengecualian hanya berlaku bagi kegiatan penyelidikan serta penelitian khusus yang bertujuan untuk mitigasi bencana.

Tim ahli meminta area dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi steril dari aktivitas manusia. Di luar radius itu, sektor selatan-barat daya memiliki potensi bahaya guguran lava dan awan panas terjauh hingga 7 kilometer, sedangkan sektor tenggara mencapai jarak 5 kilometer.

Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material batu dan kerikil diperkirakan dapat menjangkau wilayah dalam radius 3 kilometer.

Masyarakat yang bermukim di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III perlu memperkuat kesiapsiagaan mandiri.

Warga sebaiknya mengabaikan isu-isu liar mengenai erupsi yang tidak jelas kebenarannya, serta wajib merujuk langsung pada instruksi pemerintah daerah atau BPPTKG.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com