Eksplore Jogja . 30/06/2026, 15:14 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) di Burza Hotel Jogokariyan, Yogyakarta. Hajatan lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk menimbang ulang peran strategis para alumni yang kini tersebar di berbagai sektor publik.
Lebih dari 150 mantan aktivis mahasiswa dari lintas angkatan menghadiri forum tersebut. Mereka berdialog mengenai isu kebangsaan, kebudayaan, pendidikan, hingga penguatan kaderisasi internal Muhammadiyah.
Di tengah kesuksesan karier para alumni, forum ini memunculkan peringatan keras terkait integritas. Para peserta memanfaatkan ruang diskusi dan grup percakapan digital untuk saling mengingatkan, terutama bagi mereka yang menduduki jabatan strategis.
Kader yang bekerja di instansi pemerintahan, lembaga legislatif, maupun yudikatif mendapat imbauan agar tetap berhati-hati dalam menjaga amanah jabatan. Mereka wajib membentengi diri agar tidak tergiur oleh godaan korupsi atau bentuk kolaborasi jahat lainnya di lingkungan kerja yang rawan.
Sejauh ini, rekam jejak menunjukkan para alumni IMM yang berkarier di birokrasi dan politik masih bersih dari jeratan hukum kasus korupsi. Keberhasilan mempertahankan komitmen moral tersebut bersumber dari sistem kaderisasi yang solid selama masa perkuliahan.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, DR. H. Ikhwan Ahada, M.Ag., menyuarakan dukungan penuh terhadap komitmen moral para alumni. Pihaknya menekankan bahwa persyarikatan bisa berkembang pesat karena kontribusi individu-individu yang ikhlas berjuang.
Ikhwan sangat berharap para kader di semua struktur organisasi tetap memiliki jiwa ikhlas berjuang di mana pun berada. Menurutnya, alumni IMM harus menunjukkan keteladanan yang penuh manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Para kader di semua struktur memiliki tujuan dakwah dan selalu berpikir kritis berkemajuan dan berkemakmuran," tegas Ikhwan saat memberikan pengarahan di depan peserta Musywil.
Gerakan pemikiran kritis tersebut juga mendapat penegasan dari peserta forum. Perwakilan alumni menyatakan bahwa mantan aktivis harus tetap memiliki kepedulian yang lebih tinggi, objektif berlandaskan kebenaran dan keadilan, serta konsisten berpihak pada kaum yang lemah.
"Orang-orang Fokal harus tetap vokal, tetapi tidak asal muni," ujar salah satu peserta Musywil, Ali, di sela-sela kegiatan dialog.
Selain membahas agenda kebangsaan, sidang komisi Musywil berhasil memilih 132 nama kader pilihan. Peserta sidang kemudian mengerucutkan jumlah tersebut menjadi 13 orang anggota tim formatur.
Melalui mekanisme musyawarah mufakat, tim formatur menetapkan Deni Asy'ari sebagai Ketua FOKAL IMM DIY periode 2026-2031. Direktur Utama PT SCM sekaligus Direktur Utama Suara Muhammadiyah tersebut akan mengemban amanah kepemimpinan bersama Sobar M. Johar sebagai sekretaris dan Yulianto Neri N. selaku bendahara.
Dalam pidato sambutannya, Deni Asy'ari mengajak seluruh jaringan mantan aktivis IMM untuk merapatkan barisan dan senantiasa menanamkan optimisme dalam bergerak. Pihaknya memastikan bakal melanjutkan program-program strategis dari kepengurusan periode sebelumnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media