News . 30/06/2026, 12:17 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Gunung Merapi kembali menunjukkan eskalasi aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Selasa pagi, 30 Juni 2026, gunung api aktif di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tersebut meluncurkan awan panas guguran yang terekam jelas oleh jaringan kamera pemantau.
Badan Geologi melalui rekaman kamera CCTV memantau peluncuran awan panas tersebut terjadi sekitar pukul 09:31 WIB. Kepulan asap pekat bertekanan sedang hingga kuat tampak membubung tinggi, bergerak dinamis mengikuti lekukan sruktur lereng gunung.
Visual dari CCTV LIK P Farm yang berada pada jarak 8.2 kilometer dan CCTV Kemirikebo pada jarak 9 kilometer mengonfirmasi arah luncuran tersebut. Petugas pemantau mencatat bahwa material guguran mengalir dominan menuju ke dua sektor utama.
"Guguran awan panas tersebut mengarah dominan ke sektor Barat Daya dan Tenggara," tulis laporan resmi pemantauan visual yang dirilis pada Selasa 30 Juni 2026.
Peningkatan aktivitas visual ini terjadi bersamaan dengan gejolak di dalam perut gunung. Data telemetri radio Badan Geologi menampilkan grafik seismogram yang bergerak fluktuatif, menunjukkan adanya lonjakan aktivitas kegempaan yang cukup intens.
Sinyal gempa guguran tersebut memicu getaran yang merambat ke area sekitar lereng. Jaringan pemantauan mendeteksi adanya gelombang tekanan udara rendah dari peristiwa vulkanik ini.
"Sejumlah stasiun pemantau, seperti PUSS milik Badan Geologi, MOBS di Sleman, dan TKJI di Klaten, ikut merekam getaran sinyal infrasonik dari aktivitas guguran ini," jelas instansi tersebut dalam keterangan tertulisnya.
Hingga saat ini, stasiun pemantau di wilayah Sleman dan Klaten terus melakukan pengetatan pengawasan data seismik. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi rekomendasi jarak aman yang telah ditetapkan oleh otoritas pemantauan gunung api.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media