Edukasi . 26/07/2026, 14:55 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Tiga organisasi profesi kedokteran gabungan PPHI, PGI, dan PEGI mendorong penerapan teknologi medis anyar demi mempercepat target eliminasi hepatitis 2030. Beban penyakit hati kronis di Indonesia saat ini tercatat masih sangat tinggi.
Upaya ini dibahas dalam Kongres Nasional & Pertemuan Ilmiah Nasional (KONAS & PIN) 2026 di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta. Agenda berlangsung pada 23–26 Juli 2026.
Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Dr. dr. Andri Sanityoso, SpPD, K-GEH, FINASIM menyampaikan komitmennya mendorong kebijakan kesehatan berbasis bukti.
“Kami di PPHI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan berbasis bukti, di antaranya, mulai dari optimalisasi skrining hepatitis B pada ibu hamil hingga pengenalan teknologi diagnostik baru seperti biomarker PIVKA-II untuk deteksi dini kanker hati," ujarnya.
"Acara ini pun menjadi langkah konkret untuk mempercepat eliminasi hepatitis 2030,” sambung dr. Andri.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang membuka acara menekankan pentingnya pencegahan penyakit saluran cerna dan hati. Menurutnya, layanan kesehatan harus mampu menemukan penyakit lebih awal sebelum kondisi pasien memburuk.
"Pencegahan perlu diperkuat; pemeriksaan dini harus diperluas; dan kemampuan diagnosis dan pengobatan harus terus ditingkatkan. Kolaborasi lintas disiplin juga perlu dibangun agar kemajuan ilmu benar-benar hadir sebagai manfaat bagi masyarakat," ujar Sri Sultan.
Ketua Panitia Pelaksana dr. Putut Bayupurnama, SpPD, K-GEH, FINASIM menjelaskan konferensi menghadirkan lebih dari 20 sesi ilmiah. Rangkaian acara diisi workshop simulasi mutakhir hingga demonstrasi prosedur intervensi langsung.
"Tujuan kami adalah memastikan setiap peserta, baik dokter spesialis maupun umum, pulang dengan pengetahuan terbaru yang dapat diaplikasikan langsung untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pasien," tutur dr. Putut.
Simposium ini menghadirkan pakar internasional. Di antaranya Prof. Shuichiro Shiina dari Jepang, serta Prof. Kenichi Ikejima dan Prof. Raja Affendi Raja Ali dari Malaysia.
Agenda ini diselenggarakan atas kerja sama Pengurus Gabungan PPHI-PGI-PEGI Cabang Yogyakarta, FKKMK Universitas Gadjah Mada, dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media