Biar Produk Lokal Nggak Kalah Saing, UMKM Banyuraden Diguyur Bantuan Alat dan Pelatihan Jualan Online!
Pelatihan pemasaran digital dan penyerahan bantuan alat produksi bagi pelaku UMKM di Kalurahan Banyuraden, Sleman.Foto:dok.UWM
jogja.fin.co.id - Persaingan pasar modern menuntut pelaku usaha kecil untuk cepat beradaptasi. Mengandalkan metode konvensional saja tidak lagi cukup menjaga keberlangsungan produk lokal di tengah gempuran produk luar.
Universitas Widya Mataram Yogyakarta merespons tantangan tersebut lewat Program Hibah Pemberdayaan Desa Binaan di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Jumat 4 September 2026 memadukan penyerahan sarana fisik dengan pembekalan keterampilan digital.
Mitra pelaku usaha menerima bantuan alat produksi untuk mendongkrak kapasitas serta efisiensi pengolahan produk. Intervensi ini dirancang agar kelompok usaha masyarakat tidak tertinggal dalam aspek produktivitas.
Praktik Langsung Bikin Konten Promosi
Bantuan perangkat keras tersebut langsung disusul dengan sesi pelatihan pemasaran secara digital. Pendekatan yang diterapkan menghindari metode ceramah satu arah.
Baca Juga
Peserta mendalami materi dasar promosi online sekaligus membawa produk masing-masing ke dalam kelas. Mereka mempraktikkan teknik pengambilan gambar produk, penyusunan materi visual, hingga publikasi konten secara mandiri.
Strategi tersebut memastikan para pelaku usaha langsung menguasai keterampilan teknis yang dapat diaplikasikan sehari-hari.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., menjelaskan penguatan kapasitas produksi wajib berjalan seiring dengan perluasan akses pasar. Sarana fisik membantu efisiensi, sementara kemampuan digital membuka jangkauan konsumen yang lebih luas.
"Pelatihan ini kami arahkan agar peserta tidak hanya memahami pemasaran digital secara teori. Mereka langsung membuat konten dan mempraktikkannya untuk produk mereka sendiri. Harapannya, setelah kegiatan selesai, mereka sudah memiliki kemampuan yang dapat langsung digunakan untuk memasarkan produknya," ujar Prof. Ambar.
Program ini melibatkan tim akademisi lintas kampus, termasuk Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P. dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, serta dosen UWM Dyah Titin Laswati, S.TP., M.P. dan Kristiana Sri Utami, S.E., M.M.
Baca Juga
Pendampingan dirancang secara berkelanjutan agar kelompok usaha di Banyuraden semakin mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan kompetitif di pasaran.