Jumat, 14 Agustus 2026
--°C --
-- · --
News

Mendorong Modal UMKM Sleman, Bank BTN Dituntut Tak Memperbelit Prosedur KUR

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
06/08/2026, 21:47 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Mendorong Modal UMKM Sleman, Bank BTN Dituntut Tak Memperbelit Prosedur KUR

Perwakilan Bank BTN memberikan penjelasan pembiayaan KUR kepada pelaku UMKM dalam forum Kadin Sleman di Mal Pelayanan Publik.

jogja.fin.co.id - Akses permodalan masih menjadi tembok tebal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman.

Menjawab persoalan tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman mempertemukan pelaku usaha dengan pihak perbankan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sleman, Kamis 6 Agustus 2026.

Bank BTN hadir menjadi salah satu mitra strategis yang menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Meski ditawarkan dengan skema bunga rendah dan tanpa agunan, efektivitas penyerapan modal ini tetap bergantung pada fleksibilitas analisis kelayakan pihak bank.

Consumer Lending Head BTN Yogyakarta, Kurnia Dewi, menyatakan pihak bank berkomitmen mengubah pola pelayanan konvensional demi menjangkau pelaku usaha mikro.

"Bank tidak cukup hanya menunggu nasabah datang ke kantor. Kami ingin hadir langsung menemui pelaku usaha, memahami kebutuhannya, dan memberikan solusi yang sesuai," ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, skema KUR disiapkan untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan ekspansi bisnis, renovasi tempat usaha, hingga pemenuhan modal kerja.

"Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya UMKM di Sleman melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah dan tanpa agunan," tambahnya.

Meski dipromosikan tanpa agunan, pengajuan pembiayaan tetap harus melewati mekanisme perbankan resmi. BTN akan memberlakukan proses survei dan analisis kelaikan usaha sebelum pencairan dilakukan.

Prosedur inilah yang kerap menjadi tantangan bagi UMKM skala mikro di lapangan. Ketatnya kriteria analisis risiko kredit sering kali membentur kondisi pelaku usaha yang belum memiliki pencatatan keuangan rapi.

Guna menjaga kelancaran pengembalian modal, BTN berjanji memberikan pendampingan dan konsultasi berkala setelah pembiayaan dikucurkan.

Ketua Kadin Kabupaten Sleman, Yudi Prihantana, menegaskan permodalan harus berjalan beriringan dengan pembenahan internal UMKM. Menurutnya, pelaku usaha butuh penguatan tata kelola bisnis.

Pengurus Kadin Sleman Ilham Agus Prasetyo turut membekali peserta mengenai pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal.

Legalitas ini menjadi syarat penting saat berhadapan dengan sistem penilaian administrasi perbankan.

Selain BTN, Kadin Sleman menggandeng BPJS Ketenagakerjaan yang membagikan perlindungan kerja gratis, Indosat IM3 untuk solusi internet bisnis, serta Print Flow untuk skema pembayaran kemasan cash tempo.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja