News . 14/08/2026, 15:02 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
Keinginan Tama menjadi Paskibraka sendiri berawal dari pengalaman melihat upacara HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Bantul.
Dari sana muncul keinginan untuk mencoba menjadi bagian dari Paskibraka. Ia mengikuti proses seleksi hingga akhirnya terpilih sebagai Paskibraka DIY 2026.
Kini, ia berharap pengalaman dan ilmu yang diperolehnya selama pembinaan dapat dibagikan kepada teman-teman yang belum berkesempatan menjadi Paskibraka.
Peran sebagai “Pak Lurah” dan “Bu Lurah” menjadi bagian dari persiapan 38 calon Paskibraka DIY sebelum menjalankan tugas pengibaran bendera.
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, mereka menjalani gladi kader di Istana Kepresidenan Yogyakarta setelah berlatih sejak 1 Agustus.
Gladi kader menjadi kesempatan bagi para calon Paskibraka untuk mengenali langsung medan yang akan digunakan dalam Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat DIY.
Mereka mempelajari ukuran tiang bendera, posisi panggung, lintasan upacara, serta kondisi permukaan lapangan yang berbeda dari tempat latihan sebelumnya.
Setelah gladi kader, mereka mengikuti gladi kotor pada 14 Agustus dan gladi bersih pada 15 Agustus 2026.
Para calon Paskibraka kemudian akan dikukuhkan pada 16 Agustus 2026 sebelum menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat DIY.
Bagi Haifa dan Tama, tugas sebagai “Bu Lurah” dan “Pak Lurah” menjadi pengalaman tersendiri sebelum mereka bersama 36 anggota lainnya menjalankan tugas sebagai Paskibraka DIY.
Mereka tidak hanya dituntut mampu mengikuti arahan dan menjaga ketepatan gerakan. Di lingkungan karantina, keduanya juga belajar bagaimana mengoordinasikan teman, menghadapi perbedaan, mengambil keputusan, dan menjaga kekompakan satu kelompok.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media