Rabu, 19 Agustus 2026
--°C --
-- · --
News

Rangkaian Sekaten Jogja 2026 Resmi Dimulai: Ini Jadwal Lengkap dan Aturan Lokasinya

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
19/08/2026, 14:04 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Rangkaian Sekaten Jogja 2026 Resmi Dimulai: Ini Jadwal Lengkap dan Aturan Lokasinya

Prosesi abdi dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat saat pelaksanaan Hajad Dalem Sekaten dan Garebeg Mulud Be 1960.Foto:HumasJogja

jogja.fin.co.id - Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat mulai menggelar rangkaian Hajad Dalem Sekaten dan Garebeg Mulud Be 1960/2026. Agenda budaya dan tradisi ini berlangsung mulai Rabu, 19 Agustus 2026 hingga Rabu, 26 Agustus 2026.

Rangkaian acara diawali prosesi Miyos Gangsa pada Rabu malam. Masyarakat dapat mengikuti jalannya tradisi ini di beberapa titik area keraton.

"Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun Be 1960, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar serangkaian agenda Hajad Dalem Sekaten," demikian tulis IG @humasjogja.

Prosesi Miyos Gangsa dimulai Rabu (19/8) pukul 19.30 sampai 22.00 WIB. Lokasi acara berada di Bangsal Pancaniti (Kamandungan Lor), Kagungan Dalem (KgD) Pagelaran, serta Pagongan Masjid Gedhe.

Ada penyesuaian lokasi untuk masyarakat pada tahun ini. Pengunjung dapat menyaksikan prosesi di KgD Pagelaran dengan membelikan tiket masuk seharga Rp10.000. Penyebaran udhik-udhik oleh Utusan Dalem dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB di Bangsal Pancaniti.

Gamelan Sekaten selanjutnya ditabuh rutin di Pagongan Masjid Gedhe dengan jadwal berikut:

Kamis, 20 Agustus 2026: 08.00–11.00 WIB dan 14.00–17.00 WIB

Jumat, 21 Agustus 2026: 20.00–23.00 WIB

Sabtu–Senin, 22–24 Agustus 2026: 08.00–11.00 WIB, 14.00–17.00 WIB, dan 20.00–23.00 WIB

Selasa, 25 Agustus 2026: 08.00–11.00 WIB

Sementara itu, Prosesi Kondur Gangsa dijadwalkan pada Selasa (25/8) pukul 19.00 hingga 22.00 WIB di Pagongan dan Halaman Masjid Gedhe. Sri Sultan Hamengku Buwono X  bakal memimpin langsung penyebaran udhik-udhik mulai pukul 19.00 WIB.

Puncak acara ditutup melalui Garebeg Mulud pada Rabu (26/8). Pihak keraton memastikan gelaran puncak ini kembali dilaksanakan secara sederhana.

"Sebagaimana pesan Dalem Ingkang Sinuwun, gelaran Garebeg Mulud Be 1960 digelar secara sederhana. Tidak ada gunungan yang keluar dari keraton dan tanpa iring-iringan prajurit," terang pengumuman tersebut.

Sedekah raja dibagikan dalam bentuk ubarampe pareden khusus kepada Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja