Rabu, 14 Oktober 2026
--°C --
-- · --
News

Selamat Jalan Prof Tjut Sugandawaty, Sang Penjaga Ekologi UGM Dimakamkan di Sawitsari

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
14/10/2026, 16:48 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Selamat Jalan Prof Tjut Sugandawaty, Sang Penjaga Ekologi UGM Dimakamkan di Sawitsari

Guru Besar Fakultas Biologi UGM Prof Dr Tjut Sugandawaty Djohan MSc di Balairung UGM Yogyakarta.Foto:dok.ugm

jogja.fin.co.id - Kabar duka menyelimuti Universitas Gadjah Mada (UGM). Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc., meninggal dunia pada Selasa 13 Oktober 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Keluarga besar universitas memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah di Balairung UGM, Rabu 14 Oktober 2026. Jenazah kemudian dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari, Sleman.

Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM Fakultas Biologi UGM, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., mengenang rekam jejak panjang almarhumah.

Prof. Djohan tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Teknologi dan Konservasi. Atas pengabdiannya, negara mengganjar almarhumah dengan penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, 20 Tahun, hingga 30 Tahun.

"Mudah-mudahan apa yang telah diberikan almarhumah menjadi catatan amalan ibadah bagi beliau. Ini menjadi salah satu bekal untuk menjadi amal jariah," kata Slamet saat memberikan penghormatan.

Pakar Ekologi dan Konservasi

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian pakar ekologi tersebut. Sepanjang karir akademisnya, kepakaran Prof. Djohan berfokus pada ekologi lahan basah (wetland ecology), biologi konservasi, ekologi tumbuhan, limnologi, serta ekologi laut.

Almarhumah juga vokal menyuarakan perlindungan lingkungan. Prof. Djohan konsisten mengkritisi laju deforestasi di Indonesia, khususnya dampak pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di Sumatra dan Jawa. Ia terus mendesak pentingnya pemenuhan fungsi kawasan hutan dan konservasi.

"Dedikasi ilmu, keteladanan, serta kecintaan beliau pada alam dan ilmu pengetahuan akan senantiasa hidup. Ini menjadi pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan," ujar Panut.

Panut turut mengajak seluruh sivitas akademika mendoakan almarhumah agar mendapat tempat termulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta diampuni seluruh dosanya.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja