Sabtu, 06 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

INNALILLAHI! Nelayan Hilang Dihantam Ombak Akhirnya Ditemukan Tewas, Ngapung 350 Meter dari TKP

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
14/05/2026, 18:10 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
INNALILLAHI! Nelayan Hilang Dihantam Ombak Akhirnya Ditemukan Tewas, Ngapung 350 Meter dari TKP

Proses evakuasi jenazah nelayan oleh Tim SAR Gabungan di pesisir Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul.Foto:TimSarJogja

jogja.fin.co.id – Operasi pencarian besar-besaran terhadap nelayan yang hilang di perairan Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, akhirnya membuahkan hasil pilu. Memasuki hari kedua pencarian, Kamis 14 Mei 2026, korban bernama Riza (30) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa oleh Tim SAR Gabungan.

Keberhasilan penemuan jasad warga Srandakan ini mengakhiri ketegangan yang menyelimuti kawasan pesisir sejak Rabu siang kemarin. Tim SAR harus mengerahkan berbagai teknologi, termasuk pemantauan udara, untuk menyisir ganasnya ombak pantai selatan.

Detik-detik Penemuan Jasad Korban

Kepala Kantor Basarnas Jogja, Rio Banupanitis, menjelaskan bahwa jasad Riza terdeteksi sekitar pukul 11.52 WIB. Lokasi penemuan berada di sisi barat dari titik awal perahu korban terbalik.

Advertisement

"Sekitar pukul 11.52 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan korban sekitar 350 meter ke arah barat dari lokasi kejadian perkara (LKP)," ungkap Rio dalam keterangannya kepada awak media.

Setelah dievakuasi dari bibir pantai, jenazah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul. Di sana, Tim Inafis Satreskrim Polres Bantul melakukan identifikasi untuk memastikan jati diri korban. Hasil pemeriksaan mengonfirmasi bahwa jasad tersebut benar merupakan nelayan yang hilang akibat kecelakaan laut sehari sebelumnya.

Penyisiran Darat, Laut, dan Udara

Operasi SAR kali ini melibatkan koordinasi yang sangat ketat. Selain penyisiran laut menggunakan perahu jukung dalam radius satu kilometer, tim darat juga melakukan beach patrol menyusuri pantai ke arah timur dan barat. Bahkan, Basarnas mengerahkan drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh atau objek mencurigakan di area pencarian.

"Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," tambah Rio sembari menutup operasi tersebut.

Kronologi Perahu Terhantam Ombak: Mesin Rusak Jadi Petaka

Baca Juga

Peristiwa nahas ini bermula pada Rabu 13 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Riza bersama dua rekannya, Dwi Nur Cahyo (23) dan Aziz Ahmadi (29), hendak kembali ke daratan usai melaut.

Nahas, saat mendekati bibir pantai, mesin perahu mereka mengalami gangguan teknis. Di saat yang bersamaan, ombak besar menghantam dari arah belakang hingga menyebabkan perahu terbalik dan melempar seluruh awak ke laut.

Sekretaris Jogo Segoro Wilayah IV, Nugroho, menyebutkan bahwa anggota SAR sebenarnya sempat berusaha memberikan pertolongan cepat. Dwi dan Aziz berhasil diselamatkan, namun Riza yang saat itu mengenakan pelampung justru terlepas dari penyelamatan dan tenggelam ditelan ombak.

Advertisement

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id