Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Tetap Segar, Tidak Bau, dan Awet Berbulan-bulan
Ilustrasi memotong daging.Foto:Unsplash@MadieHalminton
jogja.fin.co.id - Hari Raya Iduladha identik dengan melimpahnya pembagian daging kurban, baik sapi maupun kambing. Kondisi ini sering membuat masyarakat menyimpan stok daging dalam jumlah besar di rumah. Namun, penyimpanan yang kurang tepat dapat menyebabkan kualitas daging menurun, cepat bau, bahkan memicu pertumbuhan bakteri.
Karena itu, penting memahami cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap segar, aman dikonsumsi, dan kualitas gizinya terjaga saat diolah di kemudian hari.
1. Diamkan Daging Sebelum Masuk Kulkas
Daging kurban yang baru dipotong sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Daging segar umumnya masih mengalami fase kekakuan otot atau rigor mortis sehingga teksturnya belum stabil.
Baca Juga
Diamkan daging terlebih dahulu di tempat bersih dan sejuk selama kurang lebih 4 hingga 6 jam agar suhu dan kondisi otot menyesuaikan secara alami. Cara ini membantu menjaga tekstur daging agar tidak terlalu keras atau alot ketika dimasak.
Selain itu, memasukkan daging yang masih hangat ke kulkas juga berisiko mengganggu suhu penyimpanan bahan makanan lain di dalam lemari es.
2. Bersihkan dengan Benar dan Tiriskan Hingga Kering
Sebelum disimpan, pastikan daging dibersihkan dari sisa darah maupun kotoran yang menempel menggunakan air bersih mengalir.
Setelah dicuci, tiriskan hingga benar-benar kering. Kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme yang memengaruhi daya tahan daging selama penyimpanan.
Baca Juga
- Libur Panjang ke Jogja? Ini Jadwal dan Cara Beli Tiket Resmi Ramayana Ballet di Prambanan
- Agar Energi Maksimal, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi Menurut Ahli Kesehatan
Mengeringkan daging sebelum dibungkus juga membantu menjaga kualitas tekstur saat nantinya dibekukan.
3. Potong Sesuai Porsi Sekali Masak
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menyimpan daging dalam satu kantong besar.
Padahal, membagi daging menjadi beberapa porsi kecil sesuai kebutuhan memasak jauh lebih praktis. Selain mempercepat proses pembekuan, cara ini juga memudahkan saat ingin mengolahnya tanpa harus mencairkan seluruh stok.
Pisahkan pula berdasarkan jenis olahan, misalnya daging untuk sop, sate, rendang, atau panggangan agar lebih mudah digunakan.
4. Gunakan Wadah Kedap Udara