Sabtu, 06 Juni 2026
--°C --
-- · --
Lifestyle

Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Tetap Segar, Tidak Bau, dan Awet Berbulan-bulan

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
27/05/2026, 13:42 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Tetap Segar, Tidak Bau, dan Awet Berbulan-bulan

Ilustrasi memotong daging.Foto:Unsplash@MadieHalminton

Simpan daging menggunakan wadah tertutup rapat atau plastik khusus makanan (food grade) agar kualitasnya tetap terjaga.

Bila tersedia, penggunaan vacuum sealer bisa menjadi pilihan untuk memperpanjang masa simpan. Metode ini membantu mengurangi udara di dalam kemasan sehingga memperlambat proses pembusukan.

Sebagai alternatif, masyarakat dapat memakai kantong plastik zipper dan mengeluarkan udara sebanyak mungkin sebelum ditutup rapat.

Cara ini juga membantu mencegah freezer burn, yakni kondisi ketika permukaan daging menjadi kering akibat pembekuan terlalu lama.

Advertisement

5. Simpan Sesuai Suhu yang Tepat

Penempatan daging di dalam kulkas perlu disesuaikan dengan waktu konsumsi.

Jika akan diolah dalam waktu dekat, simpan di chiller dengan suhu sekitar 0–4 derajat Celsius. Pada suhu ini, daging umumnya bertahan selama 1 hingga 2 hari.

Sementara itu, untuk penyimpanan lebih lama, masukkan daging ke freezer dengan suhu minimal minus 18 derajat Celsius. Dalam kondisi beku yang stabil, daging dapat bertahan hingga sekitar enam bulan.

Agar kualitas tetap terjaga, hindari terlalu sering membuka pintu freezer karena perubahan suhu dapat memengaruhi kesegaran daging.

Baca Juga

6. Beri Label Tanggal Penyimpanan

Agar stok lebih tertata, tempelkan label pada setiap kemasan berisi jenis daging dan tanggal penyimpanan.

Cara sederhana ini membantu memastikan daging digunakan lebih dulu sesuai waktu penyimpanan sehingga tidak terlalu lama tersimpan di freezer.

Tetap Utamakan Nilai Berbagi Saat Iduladha

Selain soal penyimpanan, Iduladha juga mengajarkan nilai berbagi dan kepedulian sosial. Menyimpan sebagian daging untuk kebutuhan keluarga diperbolehkan, namun pembagian kepada masyarakat yang membutuhkan tetap menjadi prioritas utama.

Advertisement

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja