News . 18/06/2026, 13:41 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
Petugas intelijen bersangkutan langsung dikepung massa karena dianggap melanggar batas yurisdiksi steril kampus yang hari itu dijaga mandiri oleh mahasiswa berseragam almamater.
Profesor Zuly Qodir menambahkan, penyelesaian ketegangan pada malam hari itu untungnya berjalan sangat cepat melalui meja perundingan.
Perwakilan Polda DIY langsung mendatangi kampus untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai surat perintah pengamanan anggotanya sekaligus menjemput personel bersangkutan.
“Pihak kepolisian telah memberikan penjelasan dan klarifikasi. Karena itu, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi yang terbuka,” jelas Zuly.
Bagi manajemen UMY, insiden ini memberikan pelajaran berharga bagi tata kelola keamanan publik di masa depan.
Lembaga pendidikan tinggi berharap penugasan personel pengamanan tertutup di kemudian hari selalu diawali dengan koordinasi resmi ke pihak rektorat terlebih dahulu.
Langkah tersebut dinilai efektif untuk menghindari kecurigaan buruk dan gesekan fisik di tingkat akar rumput.
Zuly bersyukur mahasiswa dan aparat penegak hukum di Yogyakarta sama-sama memilih jalan musyawarah damai untuk mengakhiri perselisihan operasional tersebut.
“Saya menekankan kepada mahasiswa bahwa berdialog jauh lebih penting daripada menggunakan kekuatan fisik. Menggunakan akal sehat dan kejernihan pikiran adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan,” ucapnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media