News . 18/06/2026, 13:17 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
Setelah mendapati status aslinya sebagai anggota Intel Polda DIY, kelompok mahasiswa langsung menggiring petugas tersebut ke Gedung Rektorat untuk proses klarifikasi lebih lanjut.
Jajaran pimpinan universitas segera mengambil alih situasi di Gedung Rektorat. Kehadiran rektorat memastikan proses interogasi berjalan humanis dan menghalau potensi tindakan kekerasan verbal maupun fisik dari massa yang emosional.
“Kami mengingatkan mahasiswa bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan," kata Zuly.
"Kampus harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi dialog, etika, dan penyelesaian masalah secara damai,” lanjutnya.
Proses mediasi malam itu melibatkan tiga pihak sekaligus, yakni perwakilan aliansi mahasiswa, jajaran pimpinan UMY, dan perwakilan Polda DIY.
Di hadapan forum, personel intelijen bersangkutan memaparkan dokumen perintah kerja serta alasan pemantauan hingga ke dalam kampus.
Pihak Polda DIY juga mengirimkan tim resmi untuk menjemput anggotanya setelah meluruskan kesalahpahaman operasional tersebut.
“Pihak kepolisian telah memberikan penjelasan dan klarifikasi. Karena itu, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi yang terbuka,” tambah Zuly.
Tepat pukul 20.00 WIB, suasana di area kampus UMY dipastikan kembali kondusif sepenuhnya. Pihak kampus menegaskan hubungan kemitraan dengan kepolisian selama ini tetap berjalan harmonis dalam menjaga kamtibmas.
Kendati demikian, Zuly mengingatkan pentingnya prosedur kulon nuwun atau koordinasi resmi sebelum aparat berpakaian sipil memasuki yurisdiksi akademik kampus.
“Kami mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam menyikapi situasi ini. Semua pihak akhirnya memilih jalan dialog, sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik yang lebih besar,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media