News . 24/06/2026, 14:33 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Masyarakat Padukuhan Gemawang, Kabupaten Sleman, kini memiliki alternatif baru dalam memenuhi kebutuhan air konsumsi harian.
Warga memanfaatkan air hujan dengan teknologi penyaringan modern berbasis Reverse Osmosis (RO). Teknologi tersebut bisa memproduksi air bersih yang aman dikonsumsi secara langsung.
Inovasi penyediaan air bersih berkelanjutan tersebut resmi beroperasi setelah diluncurkan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, pada Jumat, 19 Juni 2026.
Proyek pengadaan fasilitas filtrasi ini berjalan atas kerja sama antara PT Hutama Karya (Persero), Yayasan Kinarya Anak Bangsa, serta Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Hutama Karya (Persero), Dianita Saraswati, mengatakan, penyediaan sarana penangkap dan penyaring air modern ini menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim.
Kondisi alam yang tidak menentu membuat ketersediaan sumber air bersih di berbagai daerah semakin sulit diprediksi.
"Fasilitas penyaringan air modern ini ditempatkan di Padukuhan Gemawang, khususnya untuk mengaliri kebutuhan warga di wilayah RT 04 / RW 05," kata Dianita.
Ia menambahkan, realisasi program lingkungan tersebut dapat berjalan sukses berkat adanya kolaborasi erat lintas sektor yang melibatkan badan usaha milik negara, akademisi, organisasi sosial, hingga pemerintah daerah.
Penerapan teknologi filtrasi canggih di kawasan pemukiman ini juga mendapat dukungan penuh.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengingatkan semua pihak mengenai realitas perubahan kondisi geologis dan lingkungan di Sleman.
Menurutnya, karakteristik sumber daya air di wilayahnya kini sudah mengalami pergeseran fungsi dan tidak lagi melimpah seperti beberapa dekade lalu.
"Mata air tidak lagi seperti dulu. Namun, hari ini kita semua bisa mewujudkan solusi melalui teknologi RO, sehingga air bersih yang aman bahkan dapat diolah langsung dari air hujan," tutur Harda Kiswaya saat memberikan sambutan di lokasi acara.
Melalui sistem kerja alat tersebut, tampungan air hujan maupun aliran mata air dangkal akan melewati tahapan penyaringan membran pekat.
Proses ini mampu memisahkan kandungan mikroorganisme, logam berat, dan partikel polutan berbahaya hingga menghasilkan air murni berstandar higienis tinggi.
Selain memuji aspek kecanggihan sistem pengolahan air, Harda Kiswaya turut menyelipkan pesan moral berbasis kearifan lokal dalam menyikapi bantuan sarana lingkungan tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media