Edukasi . 28/06/2026, 17:36 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
"Kewirausahaan hadir bukan untuk menambah jumlah angkatan kerja, tetapi memberikan peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan," jelas Jumadi.
Target utama dari prodi ini adalah mencetak profil lulusan yang bertindak sebagai pemilik usaha atau entrepreneur.
Untuk merealisasikan target besar tersebut, manajemen program studi telah merancang skema kurikulum yang ketat dan berorientasi pada praktik langsung.
Mahasiswa tidak hanya diajarkan teori di dalam kelas, melainkan diwajibkan untuk membangun bisnis rintisan atau start-up saat menginjak semester empat.
Aktivitas bisnis mahasiswa tersebut diwajibkan memenuhi legalitas hukum yang jelas, mulai dari kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas produk yang dihasilkan.
Pelaporan keuangan usaha juga menjadi salah satu fokus kompetensi utama yang wajib dikuasai siswa.
Jumadi menambahkan bahwa seluruh proses penilaian akreditasi ini mengukur rekam jejak hulu ke hilir. Indikator keberhasilan dihitung dari bagaimana para alumni mampu mendirikan usaha yang mapan setelah lulus, bukan justru menambah daftar angka pengangguran di daerah.
Sesuai tuntutan zaman, fokus pengembangan diarahkan sepenuhnya pada digitalisasi. Mahasiswa dibebaskan berinovasi di berbagai sektor, termasuk industri kreatif digital.
Lulusan Kewirausahaan UWM dipersiapkan mampu mendirikan platform media digital mandiri yang bernilai ekonomi sekaligus berfungsi mencerdaskan publik.
Ketua Program Studi Kewirausahaan UWM, Utami Tunjung Sari, M.Sc., menambahkan bahwa raihan Akreditasi Unggul ini mempertegas posisi prodi dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri modern saat ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media