News . 29/06/2026, 16:48 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Gejolak internal melanda Partai Buruh setelah Ketua Eksekutif Komite (Exco) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Irsad Ade Irawan, menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut memicu pengunduran diri massal yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus Exco Provinsi, Exco Kabupaten/Kota, hingga tingkat Exco Kecamatan di wilayah DIY.
Irsad mengungkapkan bahwa keputusan meletakkan jabatan ini berkaitan erat dengan keluarnya Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) serta Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani Nena Wea, yang merupakan salah satu inisiator terbesar pendiri Partai Buruh.
"Saya, Irsad Ade Irawan, menyatakan berhenti dari jabatan Ketua Partai Buruh Daerah Istimewa Yogyakarta," tegas Irsad, Senin 29 Juni 2026.
Dampak dari mundurnya jajaran kepengurusan ini juga merembet pada konstelasi dukungan basis massa. Irsad, yang menjabat sebagai Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, menegaskan bahwa institusinya resmi menarik seluruh dukungan politik dari Partai Buruh.
Melalui keputusan tersebut, Partai Buruh kini tidak lagi memiliki keterikatan dengan MPBI DIY. Sebanyak 6.000 anggota MPBI DIY menyatakan keluar dari keanggotaan partai secara bersamaan.
Mengenai kelanjutan dan arah gerakan setelah momentum pengunduran diri ini, Irsad belum bersedia membeberkan secara rinci. Pihaknya menjadwalkan penjelasan resmi pada akhir pekan ini.
"Apa sikap ke depan akan disampaikan di acara Perpisahan Serikat Buruh dengan Partai Buruh, Minggu 5 Juli 2026," jelasnya.
Krisis kepengurusan di tingkat daerah ini merupakan kelanjutan dari guncangan di level pusat. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh Ferri Nuzarli telah lebih dahulu menyatakan mundur dari struktur partai, Senin (29/6).
Langkah Ferri tersebut diikuti oleh sekitar 1,3 juta anggota serta pengurus ORI di seluruh Indonesia akibat adanya perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan organisasi.
ORI sendiri merupakan sayap politik dari KSPSI Andi Gani yang berdiri sejak tahun 2013, serta tercatat sebagai satu dari 11 organisasi inisiator yang membidani kelahiran kembali Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021 lalu. Ferri menjelaskan bahwa penarikan keanggotaan berskala besar ini sejatinya sudah mulai berjalan sejak akhir pekan lalu.
"Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar. ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri," ujar Ferri.
Menanggapi gelombang pengunduran diri elite dan kader tersebut, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menilai fenomena tersebut sebagai dinamika organisasi yang lumrah terjadi dalam tubuh partai politik. Pihaknya memilih tidak ambil pusing terkait klaim hengkangnya jutaan anggota ORI dari kepesertaan partai.
"Saya tidak ada komentar apalagi tentang anggota 1,3 juta tersebut. Terhadap hal lainnya, adalah hal yang biasa di Partai Buruh kalau ada yang mengundurkan diri karena ini bukan kejadian yang pertama kalinya, biasa saja," kata Said Iqbal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media