Menikmati Renyahnya Arum Manis Haji Ardi, Camilan Jadul Jogja yang Mendunia
Arum Manis Haji Ardi menghadirkan kelezatan camilan jadul khas Jogja.Foto:IG
Tersedia dua pilihan paket yang bisa dipilih. Paket Gold dibanderol Rp50.000 per orang dengan fasilitas welcome snack dan oleh-oleh berupa arumanis kemasan toples.
Sementara Paket Silver seharga Rp35.000 dilengkapi welcome snack serta oleh-oleh arumanis kipas.
Berawal dari Langkah Kecil
Di balik berkembangnya Arum Manis Haji Ardi, tersimpan kisah perjuangan seorang pelaku UMKM yang percaya bahwa usaha besar selalu berawal dari langkah sederhana.
Dengan mengusung slogan "Snack Jadul Khas Jogja, Citarasa Nusantara", Haji Ardi berhasil mengembangkan usaha rumahan menjadi produk oleh-oleh yang dikenal luas sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga
Bagi Haji Ardi, membangun usaha bukan semata mengejar keuntungan, melainkan juga menghadirkan manfaat bagi orang lain. Filosofi itulah yang terus menjadi pegangan dalam mengembangkan usahanya hingga saat ini.
"Saya ingin masyarakat kita bisa memulai bisnis dari hal-hal yang kecil karena dulu saya juga memulai dari hal-hal kecil," kata Haji Ardi.
Ia meyakini bahwa ketekunan, kerja keras, dan semangat berbagi merupakan fondasi penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
"Hidup bukan hanya tentang kebahagiaanmu, tapi juga tentang kesediaanmu untuk membagi kebahagiaan itu dengan orang lain. Sukses adalah milik mereka yang mempunyai mimpi, ikhtiar serta doa," ujarnya.
Melalui Arum Manis Haji Ardi, jajanan tradisional yang sempat menjadi bagian dari kenangan masa kecil kini kembali hadir sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta.
Baca Juga
- Gerakan "Sedekah PisangMu": Cara Unik PCM Piyungan Ubah Pekarangan Warga Jadi Sumber Dana Dakwah
- Berebut Berkah Tradisi, Ribuan Orang Padati Upacara Adat Saparan Bekakak di Gamping
Arumanis Haji Ardi tak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menyimpan cerita tentang warisan kuliner, semangat kewirausahaan, dan harapan agar cita rasa Nusantara terus lestari dari generasi ke generasi.