KUTUK AKSI MILITER ISRAEL, PP Muhammadiyah Desak PBB Turun Tangan Bebaskan Jurnalis Indonesia
Foto jurnalis yang ditahan tantara Angkatan laut Israel.Foto:IST
Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk (Ditangkap)
Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo) – Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Relawan Kemanusiaan) – Kapal Ozgurluk
Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
Baca Juga
Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) – Kapal Josef
Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
Hendro Prasetyo (SMART 171) – Kapal Kasr-1
Selain nama-nama di atas, sinyal darurat serupa juga dilaporkan sempat dikirimkan oleh jurnalis senior Anton Apri dari Tempo TV yang berada di klaster kapal yang sama, di mana status perlindungannya hingga kini masih terus dipantau secara ketat.
Aksi penahanan sepihak di perairan internasional ini langsung memicu gelombang solidaritas nasional. Selain Muhammadiyah, berbagai organisasi besar seperti Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, PBNU, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kini mendesak pemerintah pusat untuk memaksimalkan jalur diplomasi internasional guna membebaskan seluruh WNI yang ditawan secepat mungkin.