News . 21/06/2026, 22:40 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan metode Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis gawai selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ini bertujuan meningkatkan efisiensi pendataan sekaligus menekan potensi kesalahan input data pelaku usaha.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menyebut adopsi CAPI bagian dari transformasi instansi agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tuntutan kebutuhan data secara cepat serta akurat mendasari perubahan besar ini.
"Dulu kami masih memakai kertas, sekarang petugas beralih menggunakan gadget atau CAPI," ujar Endang di Yogyakarta, Minggu, 21 Juni 2026.
Sistem digital ini terintegrasi langsung bersama teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kehadiran AI mendeteksi kesalahan entri secara real-time saat petugas mewawancarai responden di lapangan.
Endang memaparkan, metode ini memotong jalur birokrasi data. Petugas lapangan tidak perlu lagi melakukan proses entri ulang seusai pencacahan.
Alhasil, potensi munculnya non-sampling error akibat kelalaian manusia saat menyalin data formulir kertas bisa terminimalisir sejak awal.
Untuk melaksankan sensus ekonmi,BPS DIY mengerahkan 4.082 personil terlatih menyisir seluruh kabupaten dan kota di wilayah DIY.
Seluruh petugas menjalani pembekalan khusus sebelum terjun ke lapangan sepanjang periode 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Endang menambahkan, tanggal 31 Agustus merupakan batas akhir penyelesaian pendataan lapangan. Namun, manajemen BPS tetap membuka ruang konfirmasi ulang setelah tenggat waktu tersebut berakhir.
"Petugas masih bisa mendatangi kembali responden seandainya tim pengolah menemukan anomali data hasil input," jelas Endang memberikan keterangan tambahan.
Mengenai kendala teknis lapangan seperti titik blank spot atau hilangnya sinyal internet,
BPS DIY memastikan dampaknya relatif kecil. Aplikasi CAPI rancangan BPS memiliki fitur pendataan mandiri tanpa jaringan (offline).
Sistem akan menyimpan data wawancara secara lokal di dalam memori perangkat. Pengiriman berkas menuju server pusat baru berjalan otomatis begitu gawai petugas menangkap sinyal internet stabil.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media