Gak Bakal Punah! E-Becak Siap Kawin Silang Bareng E-Bus Demi Revolusi Transportasi Jogja
Ilustrasi e-becak dan bus listrik sebagai sistem transportasi terpadu di Yogyakarta.Foto:humasjogja
jogja.fin.co.id - Warga Yogyakarta patut bernapas lega. Di tengah gempuran modernisasi perkotaan yang kerap menyingkirkan identitas lokal, ikon tradisional jalanan kota ini dipastikan tetap bertahan dengan wajah baru.
Pemerintah bersama para pemangku kepentingan menyiapkan skema integrasi transportasi yang menggabungkan kendaraan tradisional dengan teknologi modern.
Becak yang sarat nilai budaya lokal tidak akan digusur, melainkan naik kelas menjadi moda transportasi berbasis tenaga listrik yang terhubung langsung dengan koridor bus raya terpadu.
Rencana ini mengemuka dalam Serah Terima Hasil Dukungan Future Cities Infrastructure Programme (FCIP) dan Workshop Co-Creation II Pengembangan KBT DIY di Hotel De Djogja.
Baca Juga
Program FCIP dan Workshop Co-Creation II dirancang untuk menjawab tantangan mobilitas perkotaan sekaligus menekan emisi karbon di daerah istimewa ini.
Keberadaan becak di Yogyakarta bukan hanya alat berpindah tempat dari satu titik ke titik lain. Moda transportasi ini merepresentasikan identitas kultural yang melekat kuat pada sejarah kota.
Agar identitas tersebut tidak tergerus zaman, warisan budaya ini dirancang untuk beradaptasi melalui inovasi kendaraan listrik. Transformasi tersebut diwujudkan lewat pengembangan e-becak yang mengawinkan tradisi lama dengan teknologi modern.
Direktur Operasional Techne Praxis International, Rahadi Marsito, mengatakan e-becak dikembangkan melalui pertimbangan matang sebagai upaya pelestarian warisan budaya lokal.
Dalam kajian awal yang didanai pemerintah Inggris melalui FCIP, becak ditempatkan sebagai inti dari masa depan mobilitas perkotaan DIY.
"Becak bukan hanya sekedar moda transportasi, melainkan cerminan identitas lokal yang akan tetap dilindungi dan ditempatkan sebagai inti masa depan mobilitas kota di DIY," kata Rahadi, Rabu 9 September 2026.
Baca Juga
Studi sistem inti mobilitas tersebut disusun untuk memberikan landasan bukti yang valid bagi pemerintah daerah. Dokumen kajian ini menjadi pijakan formal pertama yang mengkaji pemaduan operasional becak listrik dan bus listrik dalam satu ekosistem transportasi tunggal.
Proyeksi penataan transportasi perkotaan di Yogyakarta mengarah pada pembentukan jaringan terpadu. Bus Rapid Transit atau e-bus yang beroperasi di jalur utama nantinya tidak berjalan sendiri.
Rancang bangun sistem mobilitas baru ini memastikan e-becak masuk dalam skema pengumpan atau feeder. Penumpang bus dapat melanjutkan perjalanan ke area permukiman atau kawasan wisata menggunakan e-becak secara efisien.
"Karenanya, dalam pengembangan sistem Bus Rapid Transit atau e-Bus di perkotaan, becak juga direncanakan untuk bisa terkoneksi," ujar Rahadi.
Dukungan FCIP dari pemerintah Inggris memegang peran penting dalam memberikan bantuan teknis terfokus. Fokus utama bantuan ini mengarah pada pencapaian visi transportasi rendah karbon di DIY.